Showing posts with label school thingy. Show all posts
Showing posts with label school thingy. Show all posts

Tuesday, August 23, 2011

New soul, new spirit. Yes we are colleger now!

Agenda untuk sekedar melihat homepage facebook barang satu menit memang selalu ada. Lucu sekali. Status-status yang muncul berurutan, isinya kalau bukan masalah cinta, ya masalah sekolah. Empat bulan sudah saya melepas status (bukan lajang!) sebagai pelajar. Rasanya baru kemarin saya dan teman-teman memulai pertemanan di kelas dengan wajah lugu yang masih malu-malu. Dengan perjuangan yang bagi saya, teramat berat dan jargon Aal iz well yang ampuh mengurangi sedikit beban yang harus dipikul, atau memang pribadi saya terlalu cuek dengan keadaan yang bisa dibilang, dalam fase kritis, finally I have done my best. Ah entahlah. Yang penting semua telah berlalu, mulus atau tidaknya biarkan menjadi cerita bagi anak cucu saya. Haha

Sebenarnya ada cerita yang lebih pantas dikisahkan melalu blog ini, daripada mengulang masa lalu yang kelamnya minta ampun. Ini tentang sebait perjalanan teman-teman saya, melukis asa lalu menjadikannya nyata, berbingkai lafadz Alhamdulillah. Ehm, masalah facebook. Tiba-tiba teringat catatan teman saya, Monica Maharani di jaman baheula. Dia menulis catatan tentang jalan 24 anak menuju gerbang College-Life. Lika-liku nya barang tentu pasti ada, termasuk saya. 

Dua puluh empat bocah itu memulai mimpinya berawal dari sebuah papan absensi kelas yang dengan bimsalabim diubah menjadi Papan Pengharapan. Ya, di sebelah nama anak disematkan jurusan dan universitas impian yang telah mereka ancang-ancang, mungkin jauh sebelum mereka bersekolah disitu. Papan itu mungkin tidak ada harganya, sangat minimalis. Tapi papan itu kelak akan menjadi sejarah. Di atas papan itu, tertulis universitas dan institusi besar yang menjadi incaran kami dalam melanjutkan ke bangku perkuliahan. Sebut saja, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung :(, Universitas Padjajaran, dan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Maaf untuk Institut dimana saya bersekolah sekarang, Anda belum beruntung! Hehe. Merujuk pada jurusan yang memang menjadi favorit di kalangan universitas besar tersebut, kami merasa nge fly, membayangkan itu semua menjadi kenyataan. Ya, ke dua puluh empat mimpi besar tersebut.

Sebelas anak menggantungkan asanya melalui Universitas Indonesia. Alia Kedokteran, Arina HI, Dewi Biologi, Dwi Ilmu Komputer, Yoga Teknik Kimia, Anjar Ilmu Komputer, Ika Kedokteran , Monika Tenik Sipil, Wisnu Psikologi, Yanuar Kedokteran Gigi dan Zakki Sistem Informasi. 
Lima anak dengan semangat mereka yang terlampau tinggi, memilih Institut Teknologi Bandung menjadi incaran mereka ke depan. Saya yang ngebet di STEI bersama Novian dan Ery, Enggar di FTI dan Arbi yang memang berpotensi masuk ke FSRD. Nice eh?
Universitas Padjajaran menjadi mimpi terbesar bagi Sulistiana atau Ana, untuk memuluskan cita-citanya menjadi dokter.
Universitas Gadjah Mada, menyusul dengan enam orang anak dengan bakat dan potensi nya masing-masing. Intan Teknik kimia, Norma Farmasi, Rekha Kedokteran, Nina Akuntansi, Nuri Arsitektur, dan Titi yang masih bimbang antara kedokteran dan teknik industri.
Sebagai pamungkas, Liya yang mantap menjadi mahasiswa Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Good job dear!

Banyak orang menilai kami, terutama saya, terlalu idealis. Saya tidak merasa tersinggung sama sekali dengan tuduhan itu (karena apa yang mereka dakwakan itu benar adanya). Sampai sekarang, hanya idealisme an inilah yang mampu menguatkan saya untuk tidak lembek dan ecek-ecek dalam memilih, because I'm a picky one :). Saya tidak bisa sembarangan dalam menentukan langkah saya ke depan, jadi? Ya saya mantap dengan keputusan saya, die hard mengincar STEI ITB.

17 Mei 2011, 19.00
Kabar baik datang untuk Dwi, Ika, Nina dan Zakki. Dwi diterima di ilmu komputer UI, Ika di FKUI, Zakki di Sistem informasi UI dengan jalur SNMPTN Undangan. Satu lagi, Nina yang mulus menjadi mahasiswa FE UGM dengan jalur Swadana. Dua puluh anak yang lain? Sibuk ber gigit jari hehe.
Selesai dengan SNMPTN tertulis, berita baik datang dari Enggar dan Intan. Keduanya lolos UM UGM program Diploma, masing-masing di FE dan FT. Salut gals!
Pengumuman SNMPTN Tertulis menjadi gong dari perjuangan kita selama ini. Saya yang masih keukeuh dengan STEI ITB (ITB FREAK!!!!!!) dan teman satu perguruan saya, Novian yang juga masih setia dengan mimpi bersekolah di Ganeca, dinyatakan GAGAL. Sedih? sangat. Saya merasa dunia tidak lagi bersahabat dengan saya, saya merasa Tuhan buta karena Dia tidak melihat kerja keras saya menuju gerbang Ganeca yang telah saya impikan sejak kecil. Hanya Alia, Arbi, Arina, Dewi, Yoga, Ery, Anjar, Liya, Monica, Rekha, Titi, Wisnu dan Nunu yang malam itu bisa tertidur pulas sembari tersenyum. Berbahagialah kawan!
Tunggang langgang kami mencari celah di lain universitas. Semua program saya ikuti, kondisi emosional saya sendiri dan orang tua memang menjadikan kami tidak berpikir panjang. Sebenarnya saya lebih memilih untuk tidak sekolah satu tahun sembari mengikuti bimbel lagi, atau mengikuti perintah Oom saya untuk berhijrah ke Jerman, ya setidaknya mengikuti kursus bahasa. Atau mencari sekolah disana? Terdengar aneh untuk seorang Maya. Tapi nyatanya orang tua tidak mendukung. Alasannya: Apa kamu mampu, May??

Setelah berlama-lama dalam penantian panjang nan melelahkan, Alhamdulillah. Saya dinyatakan diterima di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (hampir saja saya menuliskan, Bandung) di pilihan pertama melalui jalur PKM. Saya mendapat satu kursi di jurusan Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi. Berita baik lagi. Saya juga dinyatakan diterima di Universitas Padjajaran, Fakultas Hukum. Singkat cerita, saya lebih memilih ITS sebagai jalan hidup saya. Tuhan semakin menunjukkan kuasaNya. Ketika kami tengah berharap-harap cemas dengan nasib teman-teman yang belum mendapat kursi, Norma dan Anna dengan segala puji bagi Allah, diterima di Universitas Negeri Yogyakarta. Norma mendapat kursi di Pendidikan Matematika Internasional dan Ana di Pendidikan Kimia Internasional. Keren! Menyusul lagi, dengan Novian yang secara resmi menjadi mahasiswa Teknik Industri Universitas Katholik Parahyangan yang semakin membuat kami solid memberi dukungan dan motivasi kepada rekan-rekan lainnya. Suri dan Arina memberi kejutan di akhir cerita dengan diterimanya mereka di Universitas Islam Indonesia, masing-masing di Arsitektur dan Akuntansi. Selamat ya Hon!!!

Easily, ini jalan hidup kami sekarang. Tuhan terlalu sayang dengan kita, memberi lika-liku hidup untuk menguji kesabaran dan ketaqwaan kita. Keikhlasan lah yang mengantarkan kita menuju gerbang kehidupan yang akan jauh-jauh lebih terjal untuk dilalui nanti. Proudly announcing, Akselerasi SMAN 1 Purworejo Tahun 2009/2011 in collaboration with God's fate, struggle, and prayer.
  1. Alia Nur Fikriyani
    - Universitas : Universitas Gadjah Mada
    - Fakultas : Farmasi
    - Jurusan : Farmasi
  2. Andreas Novian Dwi Triastanto
    - Universitas : Universitas Katholik Parahyangan
    - Fakultas : Teknologi Industri
    - Jurusan : Teknik Industri
  3. Arbi Surya Satria Ridwan
    - Universitas : Universitas Gadjah Mada
    - Fakultas : Teknik
    - Jurusan : Teknik Arsitektur
  4. Arina Luthfi Larasati
    - Universitas : Universitas Islam Indonesia
    - Fakultas : Ekonomi
    - Jurusan : Akuntansi
  5. Dewi Rakhmawati
    - Universitas : Universitas Gadjah Mada
    - Fakultas : Biologi
    - Jurusan : Biologi
  6. Dwi Teguh Priyantini
    - Universitas : Universitas Indonesia
    - Fakultas : Ilmu Komputer
    - Jurusan : Ilmu Komputer
  7. Eka Yoga Ramadhan
    - Universitas : Universitas Sebelas Maret
    - Fakultas : Teknik
    - Jurusan : Tenik Kimia
  8. Enggar Sukma Kinanthi
    - Universitas : Universitas Gadjah Mada
    - Fakultas : Ekonomi dan Bisnis
    - Jurusan : Akuntansi
  9. Ery Radiyanti
    - Universitas : Universitas Sebelas Maret
    - Fakultas : Kedokteran
    - Jurusan : Pendidikan Dokter
  10. Ginanjar Ibnu Solikhin
    - Universitas : Universitas Indonesia
    - Fakultas : Ilmu Komputer
    - Jurusan : Ilmu Komputer
  1. Ika Aulia Kirana
    - Universitas : Universitas Indonesia
    - Fakultas : Kedokteran
    - Jurusan : Pendidikan Dokter
  2. Intan Cesaria
    - Universitas : Universitas Gadjah Mada
    - Fakultas : Teknik
    - Jurusan : Teknik Sipil
  3. Liya Desriyana
    - Universitas : Universitas Gadjah Mada
    - Fakultas : Kedokteran
    - Jurusan : Ilmu Gizi
  4. Maya Previana Syafitri
    - Universitas : Institut Teknologi Sepuluh November
    - Fakultas : Teknologi Informasi
    - Jurusan : Sistem Informasi
  5. Monica Maharani
    - Universitas : Universitas Gadjah Mada
    - Fakultas : Teknik
    - Jurusan : Teknik Geodesi
  6. Norma Eka Widyastuti
    - Universitas : Universitas Negeri Yogyakarta
    - Fakultas : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
    - Jurusan : Pendidikan Matematika Internasional
  7. Rekha Rahma Hidayah
    - Universitas : Universitas Diponegoro
    - Fakultas : Kedokteran
    - Jurusan : Pendidikan Dokter
  8. Sakinatun Nisa
    - Universitas : Universitas Gadjah Mada
    - Fakultas : Ekonomi dan Bisnis
    - Jurusan : Akuntansi
  9. Sulistiana Febriawati
    - Universitas : Universitas Negeri Yogyakarta
    - Fakultas : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
    - Jurusan : Pendidikan Kimia Internasional
  10. Suri Nurkholifah
    - Universitas : Universitas Islam Indonesia
    - Fakultas : Teknik Sipil dan Perencanaan
    - Jurusan : Teknik Arsitektur
  1. Titi Iswari
    - Universitas : Universitas Gadjah Mada
    - Fakultas : Teknik
    - Jurusan : Teknik Industri
  2. Wisnu Anindyojati
    - Universitas : Universitas Gadjah Mada
    - Fakultas : Biologi
    - Jurusan : Biologi
  3. Yanuar Hardika Anggraeni
    - Universitas : Universitas Jenderal Soedirman
    - Fakultas : Pertanian
    - Jurusan : Ilmu dan Teknologi Pangan
  4. Zulfikar Akbar Muzakki
    - Universitas : Universitas Indonesia
    - Fakultas : Ilmu Komputer
    - Jurusan : Sistem Informasi

    Wednesday, June 29, 2011

    E-X-I-S-T, A bunch of thank!

    16 Agustus 2011, hari besar bagi seorang Maya yang akhirnya dengan susah payah sanggup merampungkan perjuangan selama 2 tahun di bangku SMA. Sebuah cerita khas remaja namun bukan melulu dengan roman percintaan, yaitu Persahabatan. EXIST, kuccel, Axion4 apapun namanya telah berhasil menempati ruang-ruang yang berisi kisah suka dan duka nya kehidupan, yaitu kenangan. Alia, Arbi, Andreas, Arina, Dewi, Dwi, Eri, Enggar, Eka Yoga, Ika, Ginanjar, Intan, Liya, Monica,  Norma, Rekha, Sakinatun, Sulistiana, Suri, Titi, Yanuar, Wisnu, Zaki adalah sosok-sosok terhebat yang pernah saya temui. Baik buruknya bukan hal rahasia lagi. Semuanya membaur dalam atmosfir kerja keras selama ini demi menggapai cita-cita masing-masing. Terimakasih untuk menerima saya hadir di tengah kalian, terimakasih untuk cinta dan kasih sayang kalian, terimakasih karena masih menjaga keluarga ini utuh hingga hari perpisahan dalam ikatan yang solid. Sedikit foto yang bisa menggambarkan seberapa kuat ikatan persahabatan yang terjalin beberapa tahun ini. Akhirnya peluh perjuangan saya dan teman-teman berbuah manis. Perpisahan - Purna Wiyata Kelas XII di GOR WR Supratman, 16 Mei 2011.

    Ki-ka : Me, Enggar, Monica, Intan, Titi, Dwi

    Atas : Titi, Ika, Arina, Nina, Yoga, Nunu, Dwi, Arbi, Liya, Rekha, Alia. Bawah : Dewi, Ana, Ery, Maya 



    Ki-Ka : Ana, Titi, Alia, Nunu, Ika, Maya, Rekha, Norma, Nina
    me with norma, super cubby girl :)

    Us in EXIST!!!!

     

    Thursday, April 7, 2011

    The "Gamang"

    Sebelum mengencangkan ikat di kepala buat naklukin matematika, pingin curhat dulu tentang kegamangan yang melanda akhir-akhir ini. Matematika, sabar ya Jeng. Bentar aja pingin nge F5 otak :) 
    Sebenernya bukan apa-apa sih, gamang atau galau sepertinya menjadi sebuah tren yang menjamur di kalangan remaja akhir-akhir ini. Ada yang bilang, Galau Cinta Tingkat Dewa (bagi yang sedang 'bermasalah' dalam urusan cinta), tapi bukan aku lo ye. Nothing went wrong about love, yaiyalah. Single and simple gitu loh :D Mm, lanjut ya temen-temen. Pingin curhat tentang : sempat berfikir buat kuliah di Surabaya, kalo emang pingin nge freak sama yang namanya teknik. 
    Kaya posting sebelumnya yang berbau UNAS, kalian udah pada tahu kali ya aku ini anak kelas 3 SMA (the year I wished for long-long time ago). Ini tandanya, I will face my college-life this year (\m/). Satu step udah terlewatkan, alhamdulillah aku dan temen-temen sekelas dapet fasilitas : SNMPTN Undangan, tanpa perkecualian. Pilihan universitas dan fakultasnya pun udah final. Dengan keangkuhan hatiku ini, huhu aku jatuhkan pilihan buat gunain 1 universitas, padahal disediain 2 pilihan. Itu semua karena C1ndT4. Ambisi buat expert dalam bidang teknik, dan yang aku tahu universitas yang memang patut diandalkan buat mencetak ahli-ahli khususnya di bidang teknik ya _____. Untuk sementara itu memang menjadi prioritas. Tapi aku juga nggak terlalu bernafsu kok, realistis aja. 
    Sekarang apa masalahnya?
    Pengumuman SNMPTN Undangan dilaksanakan pada tanggal 18 Mei 2011. Lama banget woy! Otomatis hati ini menjadi gundah gulana dong, gimana kalo takdir memang berkata, "Maya, coba lagi ya!" Oh la la, Insya Allah itu yang terbaik kok, aku udah siap dengan segala peluang 1 per berapapun. Tapi kalo bisa, please diterima dong om-om, tante-tante, yang ditugasin buat nyeleksi :) Oke itu baru gambaran aja. Masalahnya gini loh kawan-kawan, dengan berjuta peluang yang ada, ditambah lagi dengan kewajiban kita untuk bersikap 'legawa' dengan segala kemungkinan yang ada, haruslah ada alternatif lain yang perlu dipikirkan sekali lagi. Kita juga nggak boleh kan buat memaksakan sesuatu yang emang bukan jalannya, masak kita harus pakai dukun? 2011 coy! Berarti yang harus dilakuin sekarang, pilih universitas dan fakultas lain buat persiapan SNMPTN tertulis (semoga tidak). Enaknya apa dong?
    Banting stir buat ke IPS? Tapi udah terlanjur ambil bimbel IPA. Pingin juga sih jadi seorang akuntan, diplomat, dll. tapi gimana belajarnya? Buku-buku IPS udah tersimpan indah di gudang tuh :p. UI, UGM memang cukup menggiurkan, apalagi IPSnya. 
    Kalau tetap mempertahankan idealisme pribadi buat 'stay to be a scientist' dan berlanjut menjadi 'engineering', pusing juga kali ya. Apalagi hati udah nggak bisa ditawar-tawar lagi buat sedikit mengalah, "May kamu harus cari universitas lain sebagai pilihan keduanya. Takdir nggak ada yang tahu lo ya!" Miris juga dengan ambisi yang terlalu lebay ini, capek.
    Setiap kali ditanya Bapak, "Selain ______, mau ambil mana May?" Cenat-cenut banget deh. Bingung mau jawab. Pernah berjanji pada diri sendiri, "Pokoknya (susah deh kalo pakai 'pokoknya-pokoknya'. Dasar kaku!) kalo nggak diterima di _______, pindah ke IPS aja." Tapi? IPS temen-temen, IPS. Tidak semudah yang kita bayangkan (tears)
    Tadi siang, ketika Bapak (untuk kesekian kalinya) bertanya tentang hal yang sama, dengan cepat kilat, aku jawab dengan "Ya udah, kalo IPS belajarnya susah. IPA bagusnya dimana lagi dong? UI? UGM? Surabaya? Masa di Surabaya? Tapi kalo di situ emang bagus, kenapa nggak" dan si Ibu yang sedikit kaget dengan jawaban anaknya menjawab "Ya gapapa, ada om Sipit kok di sana." Lagi-lagi pakai fasilitas nama : sodara. Eits, tapi kan Ibu pernah nggak ngebolehin kuliah di sana, bukan kuliahnya, tapi sekadar 'hidup di Surabaya'. Nggak tahu kenapa :p
    Surabaya itu gimana sih? Bagus nggak sih? Kehidupannya gimana? Semua gimana-gimana-gimana! Abis seumur hidup ke Surabaya baru sekali doang, sodara di Surabaya juga sedikit, Ya Allah berikanlah petunjukMu ya Allah. Aku mohon.... Semoga aku tidak harus dipusingkan untuk kedua kalinya ya Robbi. Amin ya Robbal'alamin