Showing posts with label flash-life. Show all posts
Showing posts with label flash-life. Show all posts

Sunday, October 2, 2011

Malam merindu

Sebulan lebih akhirnya saya bisa merasakan sensasi sebagai seorang mahasiswa baru, plus status tambahan menjadi anak indekos. Awalnya sulit, harus terpisah dengan orang tua, terpaksa menjalani kehidupan di kota besar yang masih begitu awam bagi saya, kondisi psikis yang menurut saya belum stabil, ditambah dengan beban yang harus dipikul, resiko mengambil jurusan yang membutuhkan kerja keras. 
Namun, berkat pertolongan tangan-tangan Allah Swt. yang dengan seribu cara bisa membantu saya untuk melewati sebuah fase kehidupan ini, akhirnya hari demi hari pun, alhamdulillah bisa dilalui dengan baik. Bertemu dengan teman-teman asrama yang sangat menyenangkan dan membangun (thanks to: Sonya, Ike, Friska, Ulvi, Andina, dan Dita), teman-teman satu kelas dan geng asrama yang asik dan nyaman, keluarga besar yang dengan tangan terbuka telah menerima saya, kakak kelas yang siap membantu, dan.. sebuah blog yang bisa membuat manusia ini menjadi sebegitu cintanya pada keindahan, lewat tulisan.

Allah, terima kasih untuk secuplik kehidupan ini. KepadaMu, aku titipkan doa dan salam panjang kepada mereka yang jauh disana, kepada dia, yang kini tersenyum di sampingMu. Dan kepada siapa saja, yang sedang merindu. Sematkan cinta yang kadang sulit aku ucapkan, kepada mereka, yang telah mengasihiku dengan kasih sayang dan doa. Pastikan semuanya akan baik-baik saja, sama seperti sebelum aku pergi. Biarkan rasa rindu ini membatu, lalu runtuh dengan kesuka citaan, bersama yang terkasih, di rumah, secepatnya. 






Monday, August 22, 2011

Angkringan is FUN!

Pertama kali menjajal angkringan di malam hari, masih di sekitaran kota Purworejo yang membiru karena dinginnya yang naudzubillah. Kembali berceloteh dengan sahabat yang sekian lama tak pernah berjumpa, mengenang masa-masa smp yang mengharu biru dengan segala kenakalannya, berkisah tentang masa muda kita yang penuh dengan selidik dan serba tahu. Atau saling menggoda tentang kisah cinta nya masing-masing? Sayangnya, I have nothing at all :)  
Delina, Leny, Rahma, Dina dan saya.

Rencana awal kita menghadiri buka bersama temen satu SMP yang sudah digembar-gemborin via group on facebook, batal karena alasan yang sangat-sangat tidak jelas. Panitianya yang entah siapa, lari dari tanggung jawab, bahkan untuk memberi pengumuman pembatalan. Untuk mengurangi rasa kecewa kita, oke capcus untuk ber buber temen-temen satu gank. Haha. Setelah mereka berbuka (saya sedang tidak berpuasa) dan sengaja mengulur-ulur waktu agar TIDAK sholat Maghrib (Astagfirullah!), Delina sebagai kapten mengajak kita untuk ber angkringan di dekat SMP 4. Bagi saya, ini adalah pengalaman luar biasa, menghabiskan malam bersama teman-teman, ditemani secangkir wedang susu jahe, deru laju kendaraan yang berbarengan dengan suara petasan, semakin menambah rona kehangatan menikmati suasana malam kota Purworejo. Apalagi hadir di tengah-tengah kita, Delina's DSLR yang sangat oke buat ajang bernarsis-narsis ria. Ehm, bukan buat narsis, tapi lebih ke tujuan dokumentasi. Hehe..  

Me with Delina, calon kakak&adik :)
Dina, Delina, Rahma. Gula jawa berubah menjadi gula pasir :)
Me with Leny, the cunong one :p 

 
 *Can't wait for the next-next-and next ngangkring time!

As we run on the own path,
Capturing the eye flash of life
With the different ways and views
but You're still be mine.

YOUR TURN, NEXT YEAR!!!!!!

Sunday, August 21, 2011

Out of plan

Hidup adalah sebuah proses perjalanan manusia menuju tingkatan tertentu, yang pada akhirnya mereka akan sadar betapa Tuhan telah berbaik hati padanya dengan memberikan mereka kehidupan, yang singkat. Dan di akhir cerita, mereka akan menangis. Betapa hidup ini sangat berarti, terlewati dengan atau tanpa arti yang pantas untuk disejarahkan. Bicara tentang hidup, ada banyak opsi yang bisa kita pilih semaunya. Pilihan yang kita maui itu, kadang kala adalah jebakan yang bisa saja sengaja Tuhan berikan untuk menguji seberapa tinggi keimanan kita dalam menghidupi sebuah nilai kesyukuran. Beberapa orang lolos uji, tidak sedikit yang harus menyerah pada kenyataan, jatuh bangun mencari makna hidupnya sendiri.
Ketika hidup berjalan tidak seperti garis lurus, selalu tepat seperti yang kita inginkan. Apa jadinya?

Sudah satu minggu ini saya berada di tanah kelahiran, berdiam diri di dalam rumah yang dengan bau cat nya yang masih basah. Dingin, tenang, meskipun saya akui. Di sini, saya kembali menjadi Maya Previana sebelum menginjak 17 tahunnya, anak perempuan yang sangat manja. Dengan segala fasilitas yang orang tua berikan, saya malah terlena. Proyek khatam quran, so far mandeg di tengah jalan. Tidur menjadi dalih yang sempurna untuk menunda pekerjaan, atau setidaknya panggilan alam ketika Bapak atau Ibu meminta bantuan. Ampun!! 

Dinginnya Purworejo, yang sekarang bukan cuma di malam hari (Pagi-siang-malam totally dingin) mengembalikan memori saya ketika berjuang di Bandung sana. Ya, Bandung juga seperti ini. Dingin dan menentramkan. Bedanya, orang Purworejo makannya geblek, orang Bandung makannya gehu. Lebih dari itu, semua kenangan baik buruknya selama berhijrah di sana, semakin menguatkan betapa manusia sangat kecil kuasanya untuk mengatur segala sesuatu, Tuhan jauh-jauh-jauh Maha Besar untuk menjadikannya ada dan tiada. Dulu saya membayangkan, betapa indahnya Bandung di malam hari, berselimutkan hawa dingin dengan ditemani jagung bakar di pinggir jalan daerah Dago, ramainya kendaraan di Jalan Juanda, pengunjung FO yang membludak ketika weekend tiba, wisata kuliner, Jalan Ganeca yang melegenda itu, ya semuanya kembali merujuk pada satu pokok, "Sadarkah Kau berada di mana sekarang? Apakah sesuai mimpimu? Tidak bukan?" Niat saya bersekolah di sekolah Gajah harus tertunda. ITS telah menjadikan saya memiliki konsep diri sebagai manusia yang tangguh, kuat, sekalipun perasaan harus dikorbankan. Ya, sampai saat ini saya belum terlalu ikhlas menerima bahwa Allah menghendaki saya sekolah di sebuah institusi yang sama sekali tidak terbersit sebelumnya, bernama Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Sebenarnya semua sekolah baik mutunya, cuma untuk masalah ini yang jadi biang keladi nya adalah : saya tidak puas ketika mimpi saya tidak terpenuhi. Idealisme saya benar-benar menguras tenaga, pikiran, materi bahkan nilai rohani. Terlalu naif memang, tapi semakin saya sadar bahwa itu salah, saya semakin meyakini bahwa saya memang tertakdir demikian. Saya tidak bisa membiarkan sedikit bagian dalam hidup saya yang keluar dari master plan, saya tidak ingin merasa 'cacat' karena mimpi-mimpi besar saya hanya menjadi bualan belaka. Jiwa saya yang memang rigid, semakin memudahkan keidealismean saya merasuk, semakin dalam.

Ketika SMP, saya mengingingkan melanjutkan ke SMA Tarnus. Saya telah meminta kepada Ibu saya, beliau mengiyakan. Seiring berjalannya waktu, saya tidak berkesempatan menjadi siswa tarnus waktu itu. Sedih memang, tapi saya akan lebih sedih lagi jika hidup yang saya jalani berjalan tanpa iringan ridho orang tua. Tuhan berkehendak lain, saya melanjutkan jenjang selanjutnya di SMA terfavorit di kota Purworejo, SMAN 1 Purworejo dan mendapat bonus : masuk ke kelas akselerasi. Alhamdulillah.. 2 tahun terlewati, dengan segala ketidak-rasional nya :)

Ketika SMA, saya bertekad memasuki Institut Terbaik Bangsa, ITB. Merupakan sebuah kebanggaan jika saya berhasil mewujudkan mimpi terbesar saya kala itu. Segala daya dan upaya, mulai dari bimbel di Bandung selama satu bulan, berjuang bangkit dari keterpurukan, mencoba melupakan kisah awal tahun yang menguras emosi dan air mata (yang sampai saat ini, saya selalu menangis bila mengingatnya. A silent prayer for you, Mas!), menjadi manusia gagal, hampir menjadi remaja putus sekolah, tapi Alhamdulillah. Institut Teknologi Sepuluh Nopember menerima saya. Sebagai bonus : saya diterima di jurusan yang saya minati, Sistem Informasi. Semoga ini memang jalan hidup terbaik saya, amin :)

Melihat fakta hidup yang kadang pahit untuk diingat, kita bisa bercermin. Betapa manusia sangat kerdil dan tidak ada apa-apanya dengan dzat yang dengan segala keMaha-annya, Allah Swt. yang mampu membolak-balikkan hidup makhluk-makhlukNya, yang memiliki kekuatan Maha Besar nya dalam menjamah setiap hambaNya.
Sekalipun takdir berkata lain dari apa yang direncanakan, tapi Tuhan selalu tahu mana yang terbaik untuk setiap insanNya.



Monday, July 11, 2011

Q-mark

Berkaca pada kehidupan manusia yang dipenuhi dengan ambisi dan egoisitas tinggi, Tuhan memang Maha Adil untuk memberi kita cara untuk berkesempatan menikmati hidup yang singkat ini, cukup dengan sebuah tanda tanya dalam hidup. Kita selalu bertanya-tanya apa yang akan terjadi sekarang, nanti, esok, dan selamanya. Kita tidak pernah tahu. Kita hanya diberi secuil kemampuan bertahan hidup, bermula dari tanda tanya tersebut. Sesungguhnya apa tanda tanya itu? Mengapa hanya itu?
Tanda tanya adalah sebuah ketidakpastian. Ia bersifat ambigu, netral, dan tidak memiliki kekuatan untuk memutus. Boleh dibilang tanda tanya itu adalah sebuah kelemahan. Pernahkah kalian mendengar, tanda tanya itu bersifat layaknya tanda seru yang identik dengan sesuatu yang pasti, jelas dan nyata? Tanda tanya bagi manusia adalah sebuah hak. Sengaja Tuhan tidak memberi kuasa penuh dalam diri kita untuk mengatur, mengubah, menentukan baik buruk nya hidup kita. Kita cuma diporsikan untuk : menunggu, mengharap, dan berharap-harap cemas. Segalanya pada manusia cukup dengan : mungkinkah, mungkinkah, mungkinkah.
Bisa dibayangkan, ketika Tuhan juga menganugrahkan kemampuan kepada kita untuk menentukan apa yang terjadi pada hidup. Didasari sifat manusia yang tidak pernah puas dan hanya dilingkupi nafsu semata, kita yang selalu lemah ketika dihadapkan dengan bisikan setan untuk menjerumuskan, kemampuan tersebut pastilah akan dipergunakan tidak semestinya. Kita bisa dengan mudahnya menjadikan kaya, tanpa sedikitpun berusaha. Kita bisa dengan bimsalabim menentukan ini, itu, tanpa sedikitpun berpikir apakah itu baik atau buruk di masa mendatang.  Kita bisa bertindak melebih dari Tuhan kita sendiri.
Terlepas dari kenyataan bahwa manusia juga memiliki sikap optimisme yang tinggi, namun sesungguhnya sikap tersebut adalah pelarian secara psikis untuk menolak sebuah pertanyaan, atau tanda tanya itu sendiri. Mereka beroptimis, berarti bersikap berbaik sangka pada Tuhan, berbaik sangka kepada tanda tanya nya, karena mereka tengah berharap sebuah kejaiban terjadi dalam dirinya. Mereka takut sebuah tanda tanya itu merebut kontrol pada diri sendiri, sehingga perasaan kalut, minder, ketakutan yang tak berkesudahan yang akhirnya akan merugikan diri mereka sendiri.
Dengan nasib tersebut, kita bisa memaknai hidup dengan beraneka cara. Banyak yang kita bisa lakukan dengan tanda tanya tersebut. Kita dilatih untuk bersabar dan berusaha, sebelum nantinya Tuhan berkata 'itu baik untuk kamu atau itu buruk untuk kamu'. Kita akan lebih menghidupi hidup ini dengan kesyukuran. Kita akan menjadi manusia pemimpi nomor satu, karena bermula dari mimpi itu kita akan lebih merasa hidup. Kita akan menjadi manusia pengharap, sekalipun ketidakpastian akan hadir mengadang. 
Ya, tanda tanya akan selalu hadir dalam setiap sisi hidup kita. Percaya Tuhan selalu berbaik hati pada kita adalah kuncinya.

Friday, April 8, 2011

You saved me, God

Imported from my own wordpress, go watch more more and more!


Mataku terbelalak, tersudut di salah satu titik ketika melihat mereka yang dengan bebasnya ber cipika cipiki dengan lawan jenis. Melihat mereka yang dengan santainya memakai rok mini sembari bermanja-manja ria dengan si pacar di atas kendaraan. Melihat mereka yang saya simpulkan mirip preman pasar, membawa putung rokok dengan asap yang masih terbumbung tinggi  dan bau mulut asap rokok yang pekat. Melihat mereka yang sedang negosiasi membuat janji untuk nge drunk dengan teman sepermainannya. Melihat mereka dengan rasa jijik, berkata kasar tak patut dicontoh. Semua mengherankan, mengerikan, dan memprihatinkan. Ya, itu lah potret remaja yang semalam aku lihat jelas dengan kedua mata saya. Masya Allah ! Sungguh memprihatinkan, mereka teman-teman 'lama' saya, Kawan!!
***
Entah. Apa itu benar-benar mereka? Mereka yang dulu saat awal masuk sekolah masih terlihat cupu dengan dasi yang terpasang rapi, kaos kaki setinggi 20 cm, semua tampak tegang ketika melihat guru dan kakak kelas berhadapan dengan mereka. Mereka sekarang berbeda. Sangat berbeda. Tak lagi ada sikap 'hormat', 'sopan', boro-boro Islami dikit :p
***
Naluri untuk beranalisi mulai bangkit. Melihat tingkah mereka yang terlalu 'memuakkan' (mungkin saya saja yang belum terbiasa), terlalu luar biasa untuk anak seusianya, apa yang terjadi? Masalah keluarga? Semua orang juga punya, besar kecilnya masalah tersebut biarlah sang waktu untuk menguji kematangan berpikir kita. Ekonomi? Barang-barang ber-branded seakan menjadi perhiasan dari ujung kaki sampai ujung kepala, kalau dibayangkan mereka sudah sepantar lah dengan artis-artis Hollywood :). SEKOLAH? Ya benar. Kebetulan anak-anak yang 'kurang' normal itu bersekolah di sekolah yang memang belum terakreditasi, teruji, atau minimal terpecayalah di mata masyarakat. Tidak ada maksud untuk menyombongkan diri, tapi itu adalah fakta. Saya bicara fakta! Beberapa dari mereka adalah teman satu TK, SD, berlanjut SMA. Yang saya tahu, ketika kami berada di sebuah lingkungan tempat belajar yang sama, misalnya SD, mereka tidak terlalu menonjol biang nakalnya, justru kami sangat bersaing dalam menunjukkan prestasi diri. 
***
Mereka ya mereka. Aku ya aku. Saya sangat beruntung meskipun tidak sering lupa untuk bersyukur, untuk bisa berada dalam lingkungan yang ‘sehat’. Lingkungan dan pergaulan yang memang pantas didapat untuk seorang anak 16 tahun. Yang masih timur dengan segala ke ‘katrok’ anya, yang masih lugu meskipun sering terlihat tidak up to date. Yang ‘mau’ untuk tetap berada di bawah bimbingan orang tuanya, yang ikhlas untuk berjibaku dengan buku sekalipun itu membosankan. Alhamdulillah, You saved me God.
***
Bisa dibayangkan, jika aku gagal untuk menginjakkan kaki di kawah ini, kawah candra dimuka yang penuh dengan perjuangan tanpa batas, SMANSA. Aku akan terlantar karena keegoisan ku sendiri, keegoisan ku untuk berpaling dari orang tua dan justru memihak teman dalam sebuah pergaulan. Di malam hari aku akan kedinginan meskipun itu mengasyikkan untuk bisa nongkrong dengan kawan-kawan di pinggir jalan. Padahal di rumah aku bisa tidur dengan nyenyak dengan selimut yang tebal. Di siang hari aku harus berkeliaran dengan seragam yang masih melekat padahal teman lain sedang menyerap ilmu di sekolah, berkendara motor untuk sekadar mencari kesenangan. Padahal orang tua telah bersusah payah membanting tulang demi melunasi uang pembayaran sekolah. Ketika pengambilan rapor di akhir semester, aku harus mencari alasan-alasan bodoh untuk mengelak karena tinta merah mengisi seluruh nilai-nilai rapor. Padahal harapan dan cita-cita orang tua untuk memiliki anak yang pandai dan bisa dibanggakan sangat besar terpateri di dalam hati mereka.
***
Apakah sekolah telah sedemikian berpengaruhnya terhadap perkembangan perilaku remaja? Bukan sekolah, tapi lingkungan sekolah. Batas-batas pergaulan yang dianggap remeh oleh sebagian remaja, lantas membuat mereka buta akan segala hal. Otaknya dikuasai dengan ajaran Hedon, konsumerisme, kaum Bar-Bar, gaulnya anak 'EMO', gang motor, hello teman-teman. Orang tua, pendidikan dianggapnya hal yang merepotkan saja. Agama dijadikan kambing hitam, Tuhan dilupakan. Tuhan diduakan dengan aktifitas 'dugem', 'nge drunk', naudzubillahimindzalik. Betapa mirisnya hati sang orang tua ketika melihat anaknya pulang larut malam, dengan mulut berbau alkohol, penampilan berantakan, ya Allah mudahkan mereka dalam menghadapi ujian.
***
Ya Allah jika aku diciptakan untuk menguji dan menyusahkan orang tua, balas lah mereka (Ayah dan Ibu) dengan surga yang tiada tara indahnya. Ya Allah jadikan aku anak yang shalehah, pertemukan aku dengan mereka, dalam Jannah mu yang selalu kuimpikan. Amin ya Robbal Alamin.

Thursday, April 7, 2011

The "Gamang"

Sebelum mengencangkan ikat di kepala buat naklukin matematika, pingin curhat dulu tentang kegamangan yang melanda akhir-akhir ini. Matematika, sabar ya Jeng. Bentar aja pingin nge F5 otak :) 
Sebenernya bukan apa-apa sih, gamang atau galau sepertinya menjadi sebuah tren yang menjamur di kalangan remaja akhir-akhir ini. Ada yang bilang, Galau Cinta Tingkat Dewa (bagi yang sedang 'bermasalah' dalam urusan cinta), tapi bukan aku lo ye. Nothing went wrong about love, yaiyalah. Single and simple gitu loh :D Mm, lanjut ya temen-temen. Pingin curhat tentang : sempat berfikir buat kuliah di Surabaya, kalo emang pingin nge freak sama yang namanya teknik. 
Kaya posting sebelumnya yang berbau UNAS, kalian udah pada tahu kali ya aku ini anak kelas 3 SMA (the year I wished for long-long time ago). Ini tandanya, I will face my college-life this year (\m/). Satu step udah terlewatkan, alhamdulillah aku dan temen-temen sekelas dapet fasilitas : SNMPTN Undangan, tanpa perkecualian. Pilihan universitas dan fakultasnya pun udah final. Dengan keangkuhan hatiku ini, huhu aku jatuhkan pilihan buat gunain 1 universitas, padahal disediain 2 pilihan. Itu semua karena C1ndT4. Ambisi buat expert dalam bidang teknik, dan yang aku tahu universitas yang memang patut diandalkan buat mencetak ahli-ahli khususnya di bidang teknik ya _____. Untuk sementara itu memang menjadi prioritas. Tapi aku juga nggak terlalu bernafsu kok, realistis aja. 
Sekarang apa masalahnya?
Pengumuman SNMPTN Undangan dilaksanakan pada tanggal 18 Mei 2011. Lama banget woy! Otomatis hati ini menjadi gundah gulana dong, gimana kalo takdir memang berkata, "Maya, coba lagi ya!" Oh la la, Insya Allah itu yang terbaik kok, aku udah siap dengan segala peluang 1 per berapapun. Tapi kalo bisa, please diterima dong om-om, tante-tante, yang ditugasin buat nyeleksi :) Oke itu baru gambaran aja. Masalahnya gini loh kawan-kawan, dengan berjuta peluang yang ada, ditambah lagi dengan kewajiban kita untuk bersikap 'legawa' dengan segala kemungkinan yang ada, haruslah ada alternatif lain yang perlu dipikirkan sekali lagi. Kita juga nggak boleh kan buat memaksakan sesuatu yang emang bukan jalannya, masak kita harus pakai dukun? 2011 coy! Berarti yang harus dilakuin sekarang, pilih universitas dan fakultas lain buat persiapan SNMPTN tertulis (semoga tidak). Enaknya apa dong?
Banting stir buat ke IPS? Tapi udah terlanjur ambil bimbel IPA. Pingin juga sih jadi seorang akuntan, diplomat, dll. tapi gimana belajarnya? Buku-buku IPS udah tersimpan indah di gudang tuh :p. UI, UGM memang cukup menggiurkan, apalagi IPSnya. 
Kalau tetap mempertahankan idealisme pribadi buat 'stay to be a scientist' dan berlanjut menjadi 'engineering', pusing juga kali ya. Apalagi hati udah nggak bisa ditawar-tawar lagi buat sedikit mengalah, "May kamu harus cari universitas lain sebagai pilihan keduanya. Takdir nggak ada yang tahu lo ya!" Miris juga dengan ambisi yang terlalu lebay ini, capek.
Setiap kali ditanya Bapak, "Selain ______, mau ambil mana May?" Cenat-cenut banget deh. Bingung mau jawab. Pernah berjanji pada diri sendiri, "Pokoknya (susah deh kalo pakai 'pokoknya-pokoknya'. Dasar kaku!) kalo nggak diterima di _______, pindah ke IPS aja." Tapi? IPS temen-temen, IPS. Tidak semudah yang kita bayangkan (tears)
Tadi siang, ketika Bapak (untuk kesekian kalinya) bertanya tentang hal yang sama, dengan cepat kilat, aku jawab dengan "Ya udah, kalo IPS belajarnya susah. IPA bagusnya dimana lagi dong? UI? UGM? Surabaya? Masa di Surabaya? Tapi kalo di situ emang bagus, kenapa nggak" dan si Ibu yang sedikit kaget dengan jawaban anaknya menjawab "Ya gapapa, ada om Sipit kok di sana." Lagi-lagi pakai fasilitas nama : sodara. Eits, tapi kan Ibu pernah nggak ngebolehin kuliah di sana, bukan kuliahnya, tapi sekadar 'hidup di Surabaya'. Nggak tahu kenapa :p
Surabaya itu gimana sih? Bagus nggak sih? Kehidupannya gimana? Semua gimana-gimana-gimana! Abis seumur hidup ke Surabaya baru sekali doang, sodara di Surabaya juga sedikit, Ya Allah berikanlah petunjukMu ya Allah. Aku mohon.... Semoga aku tidak harus dipusingkan untuk kedua kalinya ya Robbi. Amin ya Robbal'alamin

Tuesday, April 5, 2011

17

Tuhan yang Mahabaik, terima kasih untuk segala kasih sayang yang Engkau perantarakan kepada orang-orang di sekelilingku. Terima kasih untuk memberiku kesempatan kepadaku untuk mengabdi menjadi hamba setiamu dalam tiang Islam dan Iman, menjadi pemujaMu dalam siang malam yang silih berganti menyapaku, menggenggam janji dan sabdaMu yang membuatku menjadi lebih kuat, memantapkan hatiku yang Insya Allah akan selalu Kau ikat dengan rahmat. Kau tunjukaan kuasaMu yang sangat tak terbatas, Kau yang bisa membolak-balikkan hatiku, dan Kau yang bisa menyentuh angkuhnya hatiku dengan hidayah yang selalu kutunggu-tunggu.
***
Tuhan yang Mahaindah, untuk kesekian kalinya aku jatuh di hadapanmu. Meneteskan air mata, mencoba untuk bertobat nasuha yang semoga Engkau terima, mengiringi doa ku yang terlalu banyak menuntut, memohon ampunan karena seonggok daging ini terlalu sering berhadapan dengan dosa. Berderai airmata dalam keheningan ini, Asyaduallailahailallah..
***
Tuhan yang Mahakasih, aku tahu Engkau adalah dzat yang begitu Maha, segalanya Engkau ciptakan untuk memenuhi kehidupan kami, manusia di bumi, dari pagi sampai pagi begitu banyak kelimpahan rezeki yang Engkau tanamkan mulai dari bulir-bulir padi, mengisi kekosongan perut kami yang terlalu bernafsu. Telah kau cukupkan kami dengan begitu banyak cinta dan kasih, rezeki dan ampunan, tawa dan kesedihan, semuanya bergulir dengan indahnya menurut kehendak yang Engkau tunjukkan.
***
Tuhan yang Maha dari segala Maha, dalam setiap doa yang aku selipkan kepadaMu, terimalah niat baikku bertobat kepadamu, buka lah pintu mu yang dihiasi dengan rahmat dan karunia sehingga aku bisa menjadi orang yang mulia di hadapanmu. Ampuni aku dan keluargaku yang silih berganti datang-lalu-pergi, jagalah kami dalam lingkaran keshalehan, basahi hati kami dengan ayat-ayatMu yang menyejukkan, hiasi hati kami dengan segala kebaikan sehingga kami bisa menjadi khalifah sesuai apa yang Engkau tujukan kepada kami. 
Dalam deru kerasnya hidup, Engkau lah yang akan menjaga kami dari tipu daya dunia dan isinya.

Terimakasih ya Allah, atas sebuah (menginjak) 17 tahun yang sesempurna ini. Semoga hidupku ini seterusnya terpateri dalam Islam dan Iman hingga lisan tak dapat lagi berkata, mata tak lagi terbuka, dan aku tinggalah sebuah nama.

Man from nowhere :3

Haha berasa norak banget tiba-tiba pingin nulis tentang aktivitas terbaru minggu-minggu ini, bukan belajar, bukan main atau girls hang out, bukan juga blogging. But insert his web domain is like an endorphin for me and likely I do that regularly.
***
Jeda waktu habis TUC (yang entah keberapa) menjelang Ujian Sekolah, kurang lebih libur 2 hari. Nah di sinilah kesempatan sebesar-besarnya aku gunain untuk berselancar selancar lancarnya dalam dunia maya. Pertama lewat formspring dulu sih, meskipun nggak pernah aktif buat jawab pertanyaan tapi lewat social network itulah pertama kali aku mendengar sebuah nama yang sangat 'wow'. Namanya aneh, jarang dipake, dan memiliki filosofi tersendiri. Maaf ya namanya nggak akan aku publikasikan, nanti jadinya nggak 'Man from Nowhere' lagi dong, haha. Tapi kalian wajib tahu bahwa nama iguy (man from nowhere) itu beneran keren, I dream someday to use it,  not know who would it be. No matter what, who, where, when, just keep my word.  I guess,  pasti kalian tanya. darimana aku bisa nemuin nama itu? Oke jadi naluriku untuk terlalu 'aktif' dalam box pencarian muncul begitu aja ketika my hero a.k.a internet *thanks* menjadi pengobat cuci mataku.  Semestakung, ya semesta mendukung. Log in formspring, nggak ada kerjaan, iseng cari akun nya 'temen-temen' (entah kenal atau nggak) terus di salah satu user formspring (betapa tidak beruntungnya dia nggak jadi friend-ku) panggil aja X, ada yang tanya, secara formspring adalah ajang buat para anonymous buat tanya sebanyak-banyaknya meskipun mereka nggak kenal. Nah di salah satu pertanyaan yang ada di question list nya si X tadi, ada yang tanya gini, "Siapa temen lo yang paling cakep waktu SMA?" (perlu diketahui nampaknya si X tadi dan iguy  adalah temen satu SMA) Nah si X jawab gini, "Paling cakep? Paling pinter sih Iguy." Otomatis dong kedua mata ini terbelalak, jadi ijo makin lama makin mirip orang kena sakit hepatitis. Haha. 
Setelah puas cukup dengan menemukan sebuah nama lewat formspring (oh God I love them so much : fb, twitter, formspring, etc) berlanjutnya kisah pencariannya. Dan facebook lah sasaran selanjutnya, secara facebook jaman sekarang udah mendunia banget dan most of people of the world using this to interact with other people. Sign up-tulis alamat email-password-langsung menuju ke kotak pencarian, texting namanya sambil senyam senyum nggak jelas, click, dan TARAAAAAAAAA. Alhamdulillah 'kami' punya 5 mutual friends. Untung.... jalan semakin terbuka lebar :) Tapi sayang aku nggak bisa bergerilya lewat wall post nya, locked gitu. But it's okay lah, liat info dan foto iguy aja udah lebih lebih dari cukup, sangat membahagiakan. Senang sekali mengetahui adanya manusia-manusia seperti itu. Intelektual, brilian, all I wished were on him. Haha mulai gilanya!
Perjuangan nggak sampai di situ aja. Setelah tahu dia punya beberapa web addresses, aku pilih wordpress sebagai the out way-nya. Udah? Belum. Aku harus baca profilnya di wordpress tadi, tiba-tiba jantung ini berdegup terlalu kencang (mungkin itu yang dinamakan short-love-attack). Subhanallah. Tak henti-henti nya kedua mata ini memandang layar laptop, mengulang kata demi kata yang terangkai dengan indahnya, sembari berkaca pada diri sendiri setelah faham akan tulisan berbahasa Inggris itu, OH I AM VERY NOTHING. Terlepas dari itu semua, Alhamdulillahirobbil'alamin untuk semua karuniaNya. Dan semua kata yang ditulisnya benar-benar apa yang aku inginkan selama ini, sosok yang idealis dan terpelajar, intelektual yang tinggi, menginspirasi, brillian, berprestasi, seandainyaa.. Mungkin dari tampang sih dia biasa aja, maklum lah cewek menilai lawan jenis berdasarkan rupa dan penampilan, they don't see in depth who is he. But I found the fact, he is very special person :)
Mengenyam pendidikan di beberapa sekolah favorit, bangku kuliah di Australia, rentetan prestasi yang membuatnya menjadi lulusan terbaik, known well nationally and internationally with his gold medals, cukup membuat hati ini terenyuh, perpaduan terpesona 80%, bangga 10%, dan iri 10%. Iri karena segala achievements yang bisa iguy dapatkan, pertanyaan yang sekarang muncul : MENGAPA AKU TIDAK? 
Ya inilah sedikit bagian dari cerita hidup, pernah mengenal sosok yang sangat menginspirasi, menyimpannya di dalam sebagai motivator sekalipun bertatap muka saja belum pernah, apalagi hal-hal yang lain. Senang sekali bisa mengetahui orang-orang yang Allah ciptakan dengan kelebihan-kelebihan yang dimilikinya.
***
Remaja menginjak tujuh belas tahun memang belum waktunya untuk mengenal cinta, karena di masa-masa itu pikiran yang mempengaruhi tingkah lakunya nggak jauh-jauh dari  kata : labil dan hedonis. Cinta yang sesungguhnya akan datang jauh di saat mereka tumbuh menjadi sosok yang lebih bijaksana. Ketika Allah telah menilai kita mampu untuk mengelola cinta yang disertakannya, dengan 'timing' yang tepat insya Allah itu adalah proses mencintai yang terbaik dan memang selayaknya dirasakan manusia sebagai anak cucu Adam yang sesungguhnya telah diciptakan untuk berpasang-pasangan. Maha Suci Allah untuk segala kasih dan cintaNya pada umat manusia, Maha Besar Allah atas segala penciptaanNya.
Canberra, take care of him :) You are the man from nowhere.....

Friday, March 25, 2011

My brief brotherhood story

Dear God, 

I beg You to save him in a best place, I beg you to give him whole of beauty that he never get as long he still alive, I beg you to remember him about me, I beg you to ask him greet me notwithstanding in a dream, I beg you to always bless us and give us spirit to stay live ahead although he is in You.

I know You have plan for all. I can not avoid from all what You call, FATE. And I am really sure You always give the best for me, thanks God You have sent him to me although it was just a sweet 17 years, fortunately he was being my best part of life. When I haven't yet give anything for him, You bring him go to your place. When I haven't yet to say 'thanks for your smile', You take him away from me. 

God, please give me the strength to remember him in every single time. I want to remember him until the end of time, because he is the only my lovely big brother. I want to hug him once. 

My brother, thanks for giving me a very precious brotherhood story when we were together. Thanks for your sweetest smile, for your drive around many places I loved to see, for your jokes, for your warm hello, for everything you gave me, I had a huge memories with you, really pleased. You have painted my life with your colorful side.

Many people can forget you for a second, but not for me. I can't, until now and I will not ever forget you, I promise. Wait for my coming, I'll be there when my time' has came. Let's meet and never separated in the next life.
want to hug you once