...aku bisa terus mencintaimu
dengan caraku sendiri,
dengan kerahasiaanku sendiri....
Showing posts with label previ-ous. Show all posts
Showing posts with label previ-ous. Show all posts
Sunday, October 9, 2011
Sunday, October 2, 2011
Malam merindu
Sebulan lebih akhirnya saya bisa merasakan sensasi sebagai seorang mahasiswa baru, plus status tambahan menjadi anak indekos. Awalnya sulit, harus terpisah dengan orang tua, terpaksa menjalani kehidupan di kota besar yang masih begitu awam bagi saya, kondisi psikis yang menurut saya belum stabil, ditambah dengan beban yang harus dipikul, resiko mengambil jurusan yang membutuhkan kerja keras.
Namun, berkat pertolongan tangan-tangan Allah Swt. yang dengan seribu cara bisa membantu saya untuk melewati sebuah fase kehidupan ini, akhirnya hari demi hari pun, alhamdulillah bisa dilalui dengan baik. Bertemu dengan teman-teman asrama yang sangat menyenangkan dan membangun (thanks to: Sonya, Ike, Friska, Ulvi, Andina, dan Dita), teman-teman satu kelas dan geng asrama yang asik dan nyaman, keluarga besar yang dengan tangan terbuka telah menerima saya, kakak kelas yang siap membantu, dan.. sebuah blog yang bisa membuat manusia ini menjadi sebegitu cintanya pada keindahan, lewat tulisan.
Allah, terima kasih untuk secuplik kehidupan ini. KepadaMu, aku titipkan doa dan salam panjang kepada mereka yang jauh disana, kepada dia, yang kini tersenyum di sampingMu. Dan kepada siapa saja, yang sedang merindu. Sematkan cinta yang kadang sulit aku ucapkan, kepada mereka, yang telah mengasihiku dengan kasih sayang dan doa. Pastikan semuanya akan baik-baik saja, sama seperti sebelum aku pergi. Biarkan rasa rindu ini membatu, lalu runtuh dengan kesuka citaan, bersama yang terkasih, di rumah, secepatnya.
Thursday, August 25, 2011
Damn! I love Habibie so much
Inspirator needy.
Saya memang seseorang yang terlalu naif dalam memandang segala sesuatu. Saya terlalu memaksakan untuk bertingkah, beropini, bergaya, bahkan menapak tilasi sosok yang pernah saya jadikan inspirator bagi hidup saya, mulai dari jenjang pendidikan, karier, dll. Mungkin ini adalah sebuah kesalahan, bangga menjadi follower only, yang tidak atau belum bisa mencetak sejarahnya secara orisinil, atau hanya menjadi penikmat sebuah keindahan, tanpa sekalipun menjadi bagian dari keindahan itu sendiri. Inspirator yang saya miliki, bahkan sejak SMP sekalipun, telah mengubah jalan hidup saya. Ehm, lebih tepatnya, mereka telah menghidupkan semangat juang saya dalam mencari dimana passion hidup saya yang sebenarnya.
Tokoh satu ini adalah the most inspiring person whole of my life story. Dia adalah (sebut merek aja ya), Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie. Ketika meng copy-paste kan namanya dari sebuah sumber, saya merinding. Ya, dia adalah Habibie. Presiden ke-3 Indonesia selama 1,4 tahun dan 2 bulan menjadi Wakil Presiden RI ke-7. Dimasa kecil, Habibie telah menunjukkan kecerdasan dan semangat tinggi pada ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya Fisika. Selama enam bulan, ia kuliah di Teknik Mesin ITB, dan dilanjutkan ke Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule (RWTH) – Jerman pada 1955.
Lebih dari perjalanan hidupnya yang panjang, penuh dengan teorema yang sepertinya hanya orang-orang 'sakti' seperti Habibie saja yang memilikinya, Habibie dengan tulisannya mampu membius saya tentang definisi cinta, hidup dan semangat nasionalisme di atas level kewajaran. Melalui buku-bukunya yang tidak pernah saya lewatkan, bahasa nya jauh lebih mudah saya terima dan itu berfilosofi. Santun, romantis, dan blak blakan. Ya, Habibie menebarkan virus-virus cinta. Kepatutannya sebagai makhluk yang selalu hidup dengan nilai-nilai kesyukuran, membuatnya dekat dengan Tuhan. Islami, cerdas, santun dan berjiwa pemimpin, lengkap sekali. Sebutan cendekiawan menjadikannya kian lekat dengan kecintaannya pada Indonesia yang tidak sekalipun membutakan makna solider dan berbagi, interaksi yang harmonis dengan bangsa lainnya, melalui sains dan teknologi. Sinaran perdamaian yang muncul bersama auranya yang tenang dan melegakan, membuat saya kian terpukau, melebihi sebegitu tertariknya pria-pria ganteng yang tersebar di muka bumi. Hehe. Sebagai teknokrat sejati, bapak Teknologi dan Demokrasi, Habibie memiliki aspek yang saya ingin napak tilasi. Mulai dari jenjang perkuliahan, master, doktoral, suatu saat nanti, Jerman insya Allah :) Semoga mimpi yang semakin menjerat ini, perlahan membuahkan sebuah definisi : nyata. Amin
Alhamdulillah sekali, terima kasih untuk Tante Intan yang juga sedang berada di Aachen sana atas janjinya memberi sebuah buku lengkap dengan tandatangan Habibie. It will so-so-so meaningful. Haha :)
Sunday, August 21, 2011
Out of plan
Hidup adalah sebuah proses perjalanan manusia menuju tingkatan tertentu, yang pada akhirnya mereka akan sadar betapa Tuhan telah berbaik hati padanya dengan memberikan mereka kehidupan, yang singkat. Dan di akhir cerita, mereka akan menangis. Betapa hidup ini sangat berarti, terlewati dengan atau tanpa arti yang pantas untuk disejarahkan. Bicara tentang hidup, ada banyak opsi yang bisa kita pilih semaunya. Pilihan yang kita maui itu, kadang kala adalah jebakan yang bisa saja sengaja Tuhan berikan untuk menguji seberapa tinggi keimanan kita dalam menghidupi sebuah nilai kesyukuran. Beberapa orang lolos uji, tidak sedikit yang harus menyerah pada kenyataan, jatuh bangun mencari makna hidupnya sendiri.
Ketika hidup berjalan tidak seperti garis lurus, selalu tepat seperti yang kita inginkan. Apa jadinya?
Sudah satu minggu ini saya berada di tanah kelahiran, berdiam diri di dalam rumah yang dengan bau cat nya yang masih basah. Dingin, tenang, meskipun saya akui. Di sini, saya kembali menjadi Maya Previana sebelum menginjak 17 tahunnya, anak perempuan yang sangat manja. Dengan segala fasilitas yang orang tua berikan, saya malah terlena. Proyek khatam quran, so far mandeg di tengah jalan. Tidur menjadi dalih yang sempurna untuk menunda pekerjaan, atau setidaknya panggilan alam ketika Bapak atau Ibu meminta bantuan. Ampun!!
Dinginnya Purworejo, yang sekarang bukan cuma di malam hari (Pagi-siang-malam totally dingin) mengembalikan memori saya ketika berjuang di Bandung sana. Ya, Bandung juga seperti ini. Dingin dan menentramkan. Bedanya, orang Purworejo makannya geblek, orang Bandung makannya gehu. Lebih dari itu, semua kenangan baik buruknya selama berhijrah di sana, semakin menguatkan betapa manusia sangat kecil kuasanya untuk mengatur segala sesuatu, Tuhan jauh-jauh-jauh Maha Besar untuk menjadikannya ada dan tiada. Dulu saya membayangkan, betapa indahnya Bandung di malam hari, berselimutkan hawa dingin dengan ditemani jagung bakar di pinggir jalan daerah Dago, ramainya kendaraan di Jalan Juanda, pengunjung FO yang membludak ketika weekend tiba, wisata kuliner, Jalan Ganeca yang melegenda itu, ya semuanya kembali merujuk pada satu pokok, "Sadarkah Kau berada di mana sekarang? Apakah sesuai mimpimu? Tidak bukan?" Niat saya bersekolah di sekolah Gajah harus tertunda. ITS telah menjadikan saya memiliki konsep diri sebagai manusia yang tangguh, kuat, sekalipun perasaan harus dikorbankan. Ya, sampai saat ini saya belum terlalu ikhlas menerima bahwa Allah menghendaki saya sekolah di sebuah institusi yang sama sekali tidak terbersit sebelumnya, bernama Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Sebenarnya semua sekolah baik mutunya, cuma untuk masalah ini yang jadi biang keladi nya adalah : saya tidak puas ketika mimpi saya tidak terpenuhi. Idealisme saya benar-benar menguras tenaga, pikiran, materi bahkan nilai rohani. Terlalu naif memang, tapi semakin saya sadar bahwa itu salah, saya semakin meyakini bahwa saya memang tertakdir demikian. Saya tidak bisa membiarkan sedikit bagian dalam hidup saya yang keluar dari master plan, saya tidak ingin merasa 'cacat' karena mimpi-mimpi besar saya hanya menjadi bualan belaka. Jiwa saya yang memang rigid, semakin memudahkan keidealismean saya merasuk, semakin dalam.
Ketika SMP, saya mengingingkan melanjutkan ke SMA Tarnus. Saya telah meminta kepada Ibu saya, beliau mengiyakan. Seiring berjalannya waktu, saya tidak berkesempatan menjadi siswa tarnus waktu itu. Sedih memang, tapi saya akan lebih sedih lagi jika hidup yang saya jalani berjalan tanpa iringan ridho orang tua. Tuhan berkehendak lain, saya melanjutkan jenjang selanjutnya di SMA terfavorit di kota Purworejo, SMAN 1 Purworejo dan mendapat bonus : masuk ke kelas akselerasi. Alhamdulillah.. 2 tahun terlewati, dengan segala ketidak-rasional nya :)
Ketika SMA, saya bertekad memasuki Institut Terbaik Bangsa, ITB. Merupakan sebuah kebanggaan jika saya berhasil mewujudkan mimpi terbesar saya kala itu. Segala daya dan upaya, mulai dari bimbel di Bandung selama satu bulan, berjuang bangkit dari keterpurukan, mencoba melupakan kisah awal tahun yang menguras emosi dan air mata (yang sampai saat ini, saya selalu menangis bila mengingatnya. A silent prayer for you, Mas!), menjadi manusia gagal, hampir menjadi remaja putus sekolah, tapi Alhamdulillah. Institut Teknologi Sepuluh Nopember menerima saya. Sebagai bonus : saya diterima di jurusan yang saya minati, Sistem Informasi. Semoga ini memang jalan hidup terbaik saya, amin :)
Melihat fakta hidup yang kadang pahit untuk diingat, kita bisa bercermin. Betapa manusia sangat kerdil dan tidak ada apa-apanya dengan dzat yang dengan segala keMaha-annya, Allah Swt. yang mampu membolak-balikkan hidup makhluk-makhlukNya, yang memiliki kekuatan Maha Besar nya dalam menjamah setiap hambaNya.
Sekalipun takdir berkata lain dari apa yang direncanakan, tapi Tuhan selalu tahu mana yang terbaik untuk setiap insanNya.
Monday, July 11, 2011
Best Mate ever!
Dalam hidup tentu kita mengenal sosok-sosok sahabat yang datang silih berganti menemani. Masa demi masa yang terlewati pasti menyisakan secuplik kenangan indah mengenai arti sahabat di kala itu. Teman sepermainan tersebut saya yakin telah memberi corak tersendiri di dalam pribadi masing-masing. Mereka percaya atau tidak telah membentuk pola pikir dan tata laku kita, terlebih lagi hal tersebut juga memiliki porsi tersendiri dalam hal pengolah jiwa sosial pribadi tersebut. Beranjak dewasa, saya benar-benar merasa begitu nyaman dengan sahabat yang telah menemani saya dua tahun terakhir ini. Sulistiana Febriawati, just her!
Ya, terlahir menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri, cerdas dan cakap, membuat saya merasa memiliki sahabat, kakak, sekaligus tempat curhat paling long lasting. Ana, sapaan akrabnya dia adalah teman yang sangat easy going. Sifatnya yang fleksibel, bisa diajak gila, (sedikit) bisa diajak serius, kadang bijaksana, kadang kaya anak kecil, warna warni kehidupan di masa SMA terlewati bersamanya. Begitu banyak kejadian manis, konyol, gila, ngangenin, njengkelin, yang terjadi karena pada dasarnya kami memiliki pola pikir atau setidaknya selera yang sama. Masih ingat betapa jengkelnya dia dengan anak sekelas karena ketika kami baru menjadi siswa SMA, saya memanggil dia dengan sebutan Bisul. Dia dengan enjoy menerima panggilan yang terdengar aneh dan nyebelin itu. Eh lama-lama anak sekelas pada ikut manggil Ana dengan sebutan Bisul. Ya udah deh, tidak bisa dihindari. Ana marah-marah dan nge private message via fb anak sekelas, intinya dia nggak terima kalo dipanggil Bisul dan merasa terhina. Semua anak dikata-katain, bilang kasihan sama orang tua nya kek, nggak sopan, kedengaran menjijikan kek, haha. Wah kita semua bungkam tanpa suara. Yang ada kita cekikian di belakangnya, dasar!
Ada lagi cerita, dia berani loh menjadi wakil kelas kami dalam lomba menyanyi solo. Setelah kami paksa, karena dia adalah satu-satunya siswa yang dianggap mampu (jasmani dan rohani, mental dan psikis). Akhirnya dia merujuk mau setelah mendapat iming-iming. Parahnya lagi, dia hanya berlatih nyanyi selama on the way Bali – Purworejo coba. Dengan suaranya yang mirip sekali Gita Gutawa, sok-sok pake falset, dia tampil dengan berbusana baju Pramuka menyanyikan lagunya Chrisye yang didaur ulang oleh Peterpan, apa coba? Kisah cintaku. Bisa dibayangin dong, pose nya Ana yang nggak nguatin itu. Tangan kanan pegang mic, tangan kiri masuk kantong atasan pramuka. Hahaha nomor urut tampil 1 pula. Sumpah lucu banget! Perfecto :) Bukan cuma urusan nyanyi, Ana dan aku juga pinter banget kalo urusan jahil menjahil. Ya, beberapa korban kejahatan kami telah membuktikannya. Si preman nya kelas aja, Arina yang terkenal beraliran cadas, bisa nangis karena tingkah kita berdua. Dan itu terjadi bukan cuma sekali, berulang kali coy. Haha.. maap ya Sob :D
Dia adalah my best partner in crime. Narsis? Bisa. Konyol? Apalagi. Nyebelin? Kita ahlinya. Eh kita juga pernah ke Malaysia barena loh selama satu mingguan, hidup bareng di sana, ngakak bareng, nangis bareng (karena sindiran guru-guru yang melihat perjalanan kita sebelah mata). Ana, Ana, Ana.. ambisi nya menjadi dokter. Suka banget sama guru biologi, sama-sama bernasib belum mujur, berulang kali gagal, temen satu selera yang gayanya classic abis. Temen yang paling loyal, bakul pulsa yang bisa diboongin (nggak juga ding), temen paling setia untuk urusan cuek dengan keadaan, temen yang bisa diajak sengsara, sahabat yang paling dewasa, sahabat yang paling ngangenin ketawanya, guyonannya, gosip-gosipnya. Sering kali kami bertukar pikir tentang masa depan, mulai dari cendekiawan lah, sekolah lah, jodoh lah, dan kebiasaan kami yang sering mengundang kelakar bagi temen-temen sekelas : menyodorkan dua keadaan di masa depan yang harus dipilih satu. Misalnya : ada cendekiawan, nggak begitu kaya, nggak cakep, tapi pinter sama bukan cendekiawan, tapi kaya milih mana? Nah apa nggak keder kita mikir begituan? Hahaha...
Ana, whosoever you’re gonna be
I always pray for our success, today, tomorrow, and forever.
Remember how we passed a very long time journey hardly,
You shaped my soul with your way
Until like I am today.
Thank you for all, I wish for you, all the greatest.
Tuesday, June 28, 2011
Bandoeng
Sejenak meluangkan waktu untuk membuka akun blog saya yang (maaf) sudah terlalu lama ditelantarkan, sebuah kenyataan tragis berkata lain. Lagi-lagi saya tidak bisa kembali larut dalam memoar cerita yang sejak lama ingin diceritakan karena photoshophisticated lebih menarik waktu itu. Sedikit ingin berbagi cerita tentang keberadaan saya, kurang lebih 1 bulan lamanya saya memutuskan untuk berhijrah ke kota Bandung yang melegenda itu. Bukan untuk menetap atau sengaja ber-hedon-hedon di kota kembang itu, namun keinginan hati untuk menimba ilmu pra SNMPTN tertulis (naasnya, saya dinyatakan belum berhasil pada peruntungan SNMPTN jalur undangan) alias ikut bimbingan belajar++ di Sony Sugema College (SSC) Sumur Bandung. Tidak banyak orang tahu mengapa saya (sejujurnya) mengikuti bimbel singkat tersebut. Oke, untuk belajar? Jelas. Hidup mandiri? Nilai seratus. Apalagi?
I started my first hijrah
Cie hijrah! Gaul banget. Nggak lah, hijrah yang saya maksudkan bukanlah hijrah nya Sang Nabi Muhammad SAW yang sangat berkesan bagi kami sebagai umat Muhammad, tapi saya tepatnya lebih ingin memaknai usia 17 yang bagi banyak orang ditanggapi dengan berbeda-beda. Banyak orang menyambut datangnya usia sakral ini dengan pesta yang sangat megah dan menganggap seseorang yang telah ber ‘sweet seventeen’ sebagai orang yang penuh dengan kedewasaan dan kearifan. Atau banyak juga menganggap di usia-usia ini kebebasan yang sesungguhnya dalam hidup saatnya dimulai. Saya lebih memaknai usia 17 tahun saya sebagai awal dari usia ‘kerja keras’dan produktif. TOENG!
17- passed high school out- welcoming college life :)
Di usia tujuh belas tahun ini, saya yang telah dinyatakan lulus dari bangku SMA (yang kata banyak orang sangat mengesankan, but I was definitely NOT), begitu ingin melanjutkan ke sebuah institusi pendidikan yang sangat saya idam-idamkan. Ini berarti perjalanan panjang dalam ‘sekolah’ yang sebenarnya dimulai. Tidak ada lagi kata ‘bercanda’ atau ‘hanya main-main’ dalam belajar. Oke janji!
------->
( Sepertinya Anda-Anda ini bingung mengapa saya terlalu pede dengan usia baru saya ini, 17)
Sebuah kenyataan yang bagi saya ini sangat membanggakan, saya tepat pergi ke Bandung untuk ber’hijrah’ tadi di hari besar saya, 23 April 2011 dan di saat itu saya juga merayakan angka sakral : 17. Tidak ada perayaan satupun, ucapan ulang tahun hanya sekadarnya ( terima kasih untuk teman-teman yang telalu banyak mengucapkan selamat dan doa nya kepada saya) dan sebuah kado yang sangat mengesankan dari Bapak & Ibu, Tia & Lana ( terima kasih banyak! ) sudah cukup menutup rasa kecewaku yang menanggapi usia ini seperti remaja-remaja lainnya.
Banyak cerita yang mengesankan yang terjadi selama satu bulan di Bandoeng, bersama teman- teman, kehidupan di Sunda-politan Bandung tea, dan kenangan-kenangan yang tidak bisa didapatkan di kota manapun (ceilah). Oke tunggu ya untuk cerita lainnya. Hope you wait my story patiently hehe :)
Sunday, April 10, 2011
My permit
Cukuplah hari ku bersua denganmu,
Kututup senja ini dengan sebuah salam perpisahan
Ijinkan aku untuk berjuang
Menjajah sudut-sudut yang belum aku temui
Lalu aku kembali,
dengan
Segala cerita dan cinta yang akan kupersembahkan
Jemputlah aku dengan segala mimpi
Tentang sejumput kisah ini.
I quit, wish me tough for some reasons
Kututup senja ini dengan sebuah salam perpisahan
Ijinkan aku untuk berjuang
Menjajah sudut-sudut yang belum aku temui
Lalu aku kembali,
dengan
Segala cerita dan cinta yang akan kupersembahkan
Jemputlah aku dengan segala mimpi
Tentang sejumput kisah ini.
I quit, wish me tough for some reasons
SpyphotoSTOP
Aku ingin cepat berpisah dengan keadaan, tapi ku tak ingin berpisah denganmu....
Aku ingin cepat berpisah dengan waktu, tapi ku tak ingin melewatkan hari tanpamu....
Pergilah kawan menuju citamu....
Kejarlah mimpi yang sempat terbagi, bermula di sini, bersama doaku menyertai
***
Aku ingin cepat berpisah dengan waktu, tapi ku tak ingin melewatkan hari tanpamu....
Pergilah kawan menuju citamu....
Kejarlah mimpi yang sempat terbagi, bermula di sini, bersama doaku menyertai
***
Begitu hebatnya kita, seribu kali terjatuh, seribu satu kali kita bangkit
taken with nov's slr camera
Wednesday, April 6, 2011
Remaining 12 days to go
Ujian nasional yang akan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 18-21 April 2011 memang menyisakan sedikit pertanyaan yang sulit untuk ditemukan jawabnya, "Mampukah Aku untuk menghadapinya?". Meskipun pertanyaan tersebut sangat sederhana, terdiri dari 4 kata dan tidak sedikitpun berbau fisika kimia, pertanyaan tersebut membutuhkan : waktu dan proses yang lama untuk bisa dijawab. Apalagi untuk seseorang yang akan berhadapan langsung dengan 40 soal biologi, kimia, fisika, matematika dan 50 soal untuk bahasa Indonesia dan bahasa Inggris nanti. Dua belas hari menjelang ujian nasional bisa dibilang 'masih lama' atau 'sebentar lagi', cukup menguras emosional pribadi-pribadi yang segera akan melanjutkan ke bangku perkuliahan (nice!). Sebenarnya bukan dua belas hari juga sih, mungkin bagi siswa-siswa yang 'rajin', mereka telah bersiap-siap sejak bulan Januari mungkin, sedangkan saya yang biang kerajinannya belum muncul sekalipun sejak SMA rela-rela saja tuh untuk terkungkung dalam sebuah perangkat idealis : semua akan terjadi indah pada waktunya. Pemikiran yang tak sepatutnya baik untuk ditiru :)
***
Kembali lagi ke topik bahasan, banyak para motivator saya, termasuk guru yang kebetulan hari ini memberi petuahnya di sela-sela proses pembelajaran di sekolah. Beliau berkata, yang kita butuhkan untuk mempersiapkan senjata sebelum perang adalah persiapan yang mumpuni. Peluru harus disiapkan, keahlian menembak harus diasah lebih intensif, ketahanan diri perlu dijaga. Sama seperti kami (siswa). Tanggal 18 April nanti adalah awal sebuah perjuangan bagi kami dalam menutup dua tahun belajar di sekolah menengah atas dengan sebuah kesan yang indah, insya Allah. Lalu apa yang harus dipersiapkan? Belajar? Sudah. Menurut saya, saya sudah cukup lelah untuk banting pikiran (bukan banting tulang) selama terhipnotis dalam fisika, kimia, biologi, matematika, bahasa Indonesia dan Inggris dengan segala : intrik, ketidakpercayaan, keanehan, kebosananannya. Saya sudah jenuh untuk 'diuplek-uplek' dengan hal yang itu-itu saja, tidak berkembang dan doktrinasi untuk sekadar 'bisa' menyelesaikannya. Bagus sih, tapi untuk pribadi seperti saya, sangat tidak efisien. Menggunakan waktu dengan sebuah hal yang bertitel : Tidak Berkembang!
Kembali lagi ke topik bahasan, banyak para motivator saya, termasuk guru yang kebetulan hari ini memberi petuahnya di sela-sela proses pembelajaran di sekolah. Beliau berkata, yang kita butuhkan untuk mempersiapkan senjata sebelum perang adalah persiapan yang mumpuni. Peluru harus disiapkan, keahlian menembak harus diasah lebih intensif, ketahanan diri perlu dijaga. Sama seperti kami (siswa). Tanggal 18 April nanti adalah awal sebuah perjuangan bagi kami dalam menutup dua tahun belajar di sekolah menengah atas dengan sebuah kesan yang indah, insya Allah. Lalu apa yang harus dipersiapkan? Belajar? Sudah. Menurut saya, saya sudah cukup lelah untuk banting pikiran (bukan banting tulang) selama terhipnotis dalam fisika, kimia, biologi, matematika, bahasa Indonesia dan Inggris dengan segala : intrik, ketidakpercayaan, keanehan, kebosananannya. Saya sudah jenuh untuk 'diuplek-uplek' dengan hal yang itu-itu saja, tidak berkembang dan doktrinasi untuk sekadar 'bisa' menyelesaikannya. Bagus sih, tapi untuk pribadi seperti saya, sangat tidak efisien. Menggunakan waktu dengan sebuah hal yang bertitel : Tidak Berkembang!
***
Guru kesayangan saya itu juga berkata, mungkin usaha di sekolah telah kami upayakan semaksimal mungkin. 07.00-11.30 sudah cukup bagi kami untuk bertatap muka dengan 'si pengganggu masa kelas 3 SMA'. Teror try out atau uji coba UAN juga menghujani kami tak henti-hentinya. Pengayaan-pengayaan yang diselenggarakan ternyata ampuh untuk mengasah otak kami untuk sekedar 'kembali' mengulang pelajaran kelas 1 dan 2 yang sedikit-sedikit mulai terlupakan. Oke anggap saja, urusan usaha di sekolah : DONE WELL! Bagaimana di rumah?
***
Nah ini masalah utama yang sering menghantui saya khususnya. Rumah adalah tempat terindah (cie), meskipun rumah saya tidak bertingkat dua, berlantai granit, beratap aneh-aneh, bercat warna-warni, tapi yang namanya Home Sweet Home tetap melekat di hati dong. Nah di sini mental untuk berkomitmen tinggi benar-benar teruji. Rumah dengan segala tipu dayanya : TV, internet, AC, laptop, dan beberapa hiburan lainnya justru yang membawa saya untuk larut menikmati setiap detik yang terjadi di dalamnya, lalu melupakan BELAJAR yang menjadi salah satu kewajiban. Di zona nyaman inilah saya melepas semua kepenatan yang saya rasakan di sekolah dan berakhir dengan aksi 'balas dendam'. Hehe. Masuk kamar, keenakan pakai AC, ujung-ujungnya -> tidur. Masuk kamar, buka laptop -> ngenet sepuasnya. Zona nyaman benar-benar nikmat.....
***
Sesuai nasehat Beliau (Pak X), sekarang kita menyisakan waktu dua belas hari sebelum hari H untuk berbagai persiapan. Salah satu yang perlu digaris bawahi adalah : keluar dari Zona Nyaman tadi. Kita harus memiliki karakter yang independen, mandiri, tidak bergantung, pada jebakan Zona Nyaman. Kita harus memiliki motivasi dan semangat belajar yang tinggi agar ketika 'cobaan' datang, kita bisa mengatasinya dengan baik, dan benar juga. Dengan keluar dari zona nyaman, kita akan merasa lebih tertantang dan langkah kita 'berani ditantang' adalah hal yang patut diacungi jempol. Kita harus memiliki pemikiran, "Usaha berbanding lurus dengan hasil", usaha yang besar akan menghasilkan hasil yang besar (baik) juga. Namun menjauh dari zona aman adalah sebuah phobia tersendiri yang saya nikmati :). Ketika semua orang tengah terlelap dan pulas dalam tidurnya, pukul 2.30 pagi saya memberanikan diri untuk bangun, sholat, belajar. Memang itu dilakukan pada saat-saat tertentu saja, ulangan, tes, TO, dll. Tapi itu adalah wujud kecintaan saya untuk menuntut ilmu. Karena saya tidak pernah belajar di malam hari teman-teman. Haha.. Kelemahan saya, malam hari untuk senang-senang, pagi hari untuk ber-hectic ria dengan namanya rumus, buku, oh tidakk..
***
Sekian tips yang diberikan guru saya melalui perantara saya sendiri kepada kalian, intinya : MARI KELUAR DARI ZONA NYAMAN. Aku dan kamu yaaaa, kita semua :)
Tuesday, April 5, 2011
Man from nowhere :3
Haha berasa norak banget tiba-tiba pingin nulis tentang aktivitas terbaru minggu-minggu ini, bukan belajar, bukan main atau girls hang out, bukan juga blogging. But insert his web domain is like an endorphin for me and likely I do that regularly.
***
Jeda waktu habis TUC (yang entah keberapa) menjelang Ujian Sekolah, kurang lebih libur 2 hari. Nah di sinilah kesempatan sebesar-besarnya aku gunain untuk berselancar selancar lancarnya dalam dunia maya. Pertama lewat formspring dulu sih, meskipun nggak pernah aktif buat jawab pertanyaan tapi lewat social network itulah pertama kali aku mendengar sebuah nama yang sangat 'wow'. Namanya aneh, jarang dipake, dan memiliki filosofi tersendiri. Maaf ya namanya nggak akan aku publikasikan, nanti jadinya nggak 'Man from Nowhere' lagi dong, haha. Tapi kalian wajib tahu bahwa nama iguy (man from nowhere) itu beneran keren, I dream someday to use it, not know who would it be. No matter what, who, where, when, just keep my word. I guess, pasti kalian tanya. darimana aku bisa nemuin nama itu? Oke jadi naluriku untuk terlalu 'aktif' dalam box pencarian muncul begitu aja ketika my hero a.k.a internet *thanks* menjadi pengobat cuci mataku. Semestakung, ya semesta mendukung. Log in formspring, nggak ada kerjaan, iseng cari akun nya 'temen-temen' (entah kenal atau nggak) terus di salah satu user formspring (betapa tidak beruntungnya dia nggak jadi friend-ku) panggil aja X, ada yang tanya, secara formspring adalah ajang buat para anonymous buat tanya sebanyak-banyaknya meskipun mereka nggak kenal. Nah di salah satu pertanyaan yang ada di question list nya si X tadi, ada yang tanya gini, "Siapa temen lo yang paling cakep waktu SMA?" (perlu diketahui nampaknya si X tadi dan iguy adalah temen satu SMA) Nah si X jawab gini, "Paling cakep? Paling pinter sih Iguy." Otomatis dong kedua mata ini terbelalak, jadi ijo makin lama makin mirip orang kena sakit hepatitis. Haha.
Setelah puas cukup dengan menemukan sebuah nama lewat formspring (oh God I love them so much : fb, twitter, formspring, etc) berlanjutnya kisah pencariannya. Dan facebook lah sasaran selanjutnya, secara facebook jaman sekarang udah mendunia banget dan most of people of the world using this to interact with other people. Sign up-tulis alamat email-password-langsung menuju ke kotak pencarian, texting namanya sambil senyam senyum nggak jelas, click, dan TARAAAAAAAAA. Alhamdulillah 'kami' punya 5 mutual friends. Untung.... jalan semakin terbuka lebar :) Tapi sayang aku nggak bisa bergerilya lewat wall post nya, locked gitu. But it's okay lah, liat info dan foto iguy aja udah lebih lebih dari cukup, sangat membahagiakan. Senang sekali mengetahui adanya manusia-manusia seperti itu. Intelektual, brilian, all I wished were on him. Haha mulai gilanya!
Perjuangan nggak sampai di situ aja. Setelah tahu dia punya beberapa web addresses, aku pilih wordpress sebagai the out way-nya. Udah? Belum. Aku harus baca profilnya di wordpress tadi, tiba-tiba jantung ini berdegup terlalu kencang (mungkin itu yang dinamakan short-love-attack). Subhanallah. Tak henti-henti nya kedua mata ini memandang layar laptop, mengulang kata demi kata yang terangkai dengan indahnya, sembari berkaca pada diri sendiri setelah faham akan tulisan berbahasa Inggris itu, OH I AM VERY NOTHING. Terlepas dari itu semua, Alhamdulillahirobbil'alamin untuk semua karuniaNya. Dan semua kata yang ditulisnya benar-benar apa yang aku inginkan selama ini, sosok yang idealis dan terpelajar, intelektual yang tinggi, menginspirasi, brillian, berprestasi, seandainyaa.. Mungkin dari tampang sih dia biasa aja, maklum lah cewek menilai lawan jenis berdasarkan rupa dan penampilan, they don't see in depth who is he. But I found the fact, he is very special person :)
Mengenyam pendidikan di beberapa sekolah favorit, bangku kuliah di Australia, rentetan prestasi yang membuatnya menjadi lulusan terbaik, known well nationally and internationally with his gold medals, cukup membuat hati ini terenyuh, perpaduan terpesona 80%, bangga 10%, dan iri 10%. Iri karena segala achievements yang bisa iguy dapatkan, pertanyaan yang sekarang muncul : MENGAPA AKU TIDAK?
Ya inilah sedikit bagian dari cerita hidup, pernah mengenal sosok yang sangat menginspirasi, menyimpannya di dalam sebagai motivator sekalipun bertatap muka saja belum pernah, apalagi hal-hal yang lain. Senang sekali bisa mengetahui orang-orang yang Allah ciptakan dengan kelebihan-kelebihan yang dimilikinya.
***
***
Remaja menginjak tujuh belas tahun memang belum waktunya untuk mengenal cinta, karena di masa-masa itu pikiran yang mempengaruhi tingkah lakunya nggak jauh-jauh dari kata : labil dan hedonis. Cinta yang sesungguhnya akan datang jauh di saat mereka tumbuh menjadi sosok yang lebih bijaksana. Ketika Allah telah menilai kita mampu untuk mengelola cinta yang disertakannya, dengan 'timing' yang tepat insya Allah itu adalah proses mencintai yang terbaik dan memang selayaknya dirasakan manusia sebagai anak cucu Adam yang sesungguhnya telah diciptakan untuk berpasang-pasangan. Maha Suci Allah untuk segala kasih dan cintaNya pada umat manusia, Maha Besar Allah atas segala penciptaanNya.
Canberra, take care of him :) You are the man from nowhere.....
Canberra, take care of him :) You are the man from nowhere.....
Friday, March 25, 2011
My brief brotherhood story
Dear God,
I beg You to save him in a best place, I beg you to give him whole of beauty that he never get as long he still alive, I beg you to remember him about me, I beg you to ask him greet me notwithstanding in a dream, I beg you to always bless us and give us spirit to stay live ahead although he is in You.
I know You have plan for all. I can not avoid from all what You call, FATE. And I am really sure You always give the best for me, thanks God You have sent him to me although it was just a sweet 17 years, fortunately he was being my best part of life. When I haven't yet give anything for him, You bring him go to your place. When I haven't yet to say 'thanks for your smile', You take him away from me.
God, please give me the strength to remember him in every single time. I want to remember him until the end of time, because he is the only my lovely big brother. I want to hug him once.
My brother, thanks for giving me a very precious brotherhood story when we were together. Thanks for your sweetest smile, for your drive around many places I loved to see, for your jokes, for your warm hello, for everything you gave me, I had a huge memories with you, really pleased. You have painted my life with your colorful side.
Many people can forget you for a second, but not for me. I can't, until now and I will not ever forget you, I promise. Wait for my coming, I'll be there when my time' has came. Let's meet and never separated in the next life.
![]() |
| want to hug you once |
Oppa, I know you only see me as a little sister, but you simply don't know how I felt toward our brotherhood
from your 'Fitrop' sister who loves and misses you a lot
Monday, March 21, 2011
Classic-typical of CI-BI Student. Half of me!
This is the data from a group I join at facebook, Grup Anak CIBI Indonesia. May you can take insight by this.
Ciri umum anak CIBI
Hasil penelitian dari Balitbang Depdikbud (1986) dan Council of Curriculum Examinations and Assessment (2006) menyebutkan bahwa seorang anak cerdas istimewa dapat mempunyai beberapa dari ciri-ciri berikut ini:
- Sangat peka dan waspada
- Belajar dengan mudah dan cepat
- Mampu berkonsentrasi
- Sangat logis
- Cepat berespon secara verbal dengan tepat
- Lancar berbahasa
- Mempunyai daya ingat yang baik
- Mempunyai pengetahuan umum yang luas
- Mempunyai minat yang luas dan mendalam
- Memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap ilmu pengetahuan
- Cermat atau teliti dalam mengamati
- Kemampuan membaca yang baik
- Lebih menyukai kegiatan verbal daripada kegiatan tertulis
- Mempunyai kemampuan untuk mengatasi masalah dengan sangat cepat
- Memiliki kemampuan memikirkan beberapa macam pemecahan masalah
- Menunjukkan cara pemecahan masalah yang tidak lazim
- Mempunyai pendapat dan pandangan yang sangat kuat terhadap suatu hal
- Mempunyai rasa humor
- Mempunyai daya imajinasi yang hidup dan orisinil
- Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa)
- Mempunyai tujuan yang jelas dalam tiap kegiatan atau perbuatannya
- Tidak memerlukan dorongan (motivasi) dari luar
- Tertarik pada topik-topik yang berkaitan dengan anak-anak yang berusia lebih tua darinya
- Dapat berkomunikasi dengan baik dengan orang dewasa, bahkan lebih baik daripada jika berkomunikasi dengan anak sebayanya
- Bisa belajar sendiri dalam bidang-bidang yang diminati
- Berfokus pada minatnya sendiri, bukan pada apa yang diajarkan
- Mempunyai keterampilan sosial
- Mudah bosan pada hal-hal yang dianggapnya rutin
- Menunjukkan kepemimpinan yang tinggi
- Kadang-kadang tingkah lakunya tidak disukai orang lain.
Let's review one by one and prove the point into the real. Honestly yes I was. Some points are mine. Whether it's fact or not, but that's what I am. Hehe. I won't explain over all, I'll take some points I thought it is important. Watch out peeps!
a. I prefer to have a verbal class than a written class.
It happens really and this is being my mind-set that I am not enough good at written or formally class. The written class definitely boring and limit the students to refresh up their mind with the new atmosphere. BOOKS-PEN-MODULE-BOOKS-PEN-MODULE.. Argh they are so disgusting. I don't know why our government still in line to do this way in increasing what they call 'national educational system'. They should take a shot with some countries who applies the new and more effective border of teaching, yes. I beg you change !!!! The formal won't give me a chance to raise up my imagination and just forcing me to believe the liberal scientist theory but actually I am not.
![]() |
| speak is better than grumble |
b. I have more interest to have a talk with the older one and discussing the national topic.
I say big YES for getting an topic and discussing about that with the older one or at least she/he is enough mature. No matter some say I'm so classic or mind-aging. Haha.. Politics, global issues, figure, law, I keen on them!
c. I hate the routines and bored easily.
I need mood boosters when I was changing to be an statue, bored, mindless, bad mood, and all the things about ROUTINES. Wake up, go to school, open a damn-book, make a little note, day dreaming, having a superb talk with my class mate, gossip, watch (only watch no more!) the teacher then say : What is actually she do there? None give her attention (maybe some).
d. HUMOR is my style. Don't drop any comment !
Haha.. You can ask all of my friends, am I that curious? am I that humorous? I make sure they will say YES. I love humor. This is my way to express my mind or my disturbing-ideas. I love to shape myself to be loved. I love to make my friends laugh over because they like my humor. I love to build a warm condition when we are laughing and joking each other. Shortly, this is my output to throw away my stress and all of the school thingy who presses me so much.
Black and white of me
Sunday, March 20, 2011
It's me officially
Dear peeps,
This is actually my second post I wrote on this blog, but I deleted the old one because I felt that was not enough good for reading by you. Haha. It was look alike a hoax. Never mind, I will be active directly because my passion is burnt up since I re-make the face of my blog. It looks pretty geeky, isn't it?
Subscribe to:
Posts (Atom)
































